Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Sabtu, 06 April 2013

Emansipasi Wanita dalam Hal Bekerja di dalam Islam


Bismillah, Alhamdulillah, Sholawat dan Salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shollahu alaihi wassalam, para sahabatnya, para tabi’in, dan kepada yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du..
Pada kesempatan ini kami akan memposting artikel Emansipasi Wanita dalam Hal Bekerja di dalam Islam, semoga bisa menambah wawasan mengenai agama islam.

Saudaraku yang dirahmati Alloh Azza wa Jalla, Rosululloh bersabda, “sebaik-baik permainan bagi wanita adakah tenunan.” (Anas, diriwayatkan oleh Dailimi

Aisyah Rodhiyallohu ‘anha berkata, “suara pintalan tenun wanita dapat mengimbangi takbir di jalan Alloh. Dan wanita yang memberikan pakaian kepada suaminya dari hasil tenunannya, maka dari setiap lubang ia akan mendapat 100 derajat ketinggian. “Umar bin Khoto\tob Rodiallohu ‘anhu berkata, “sebaik-baik kebiasaan bagi wanita ialah menenun.” (Natsar Al-Dur : II/29)

Ustadzah Aminah As-Sa’di di dalam ulasannya menulis bahwa untuk mempertahankan hidupnya manusia dihadapkan perjuangan mencari rezeki. Ada yang bekerja untuk memnuhi kekurangan suami, ada yang belum bersuami tetapi orang tua sudah tidak mampu. Namun banyak wanita yang terjebak dalam pekerjaannya. Kadang-kadang terbentur harus melanggar norma-norma wanita muslimah. Bahkan tidak sedikit kaum wanita yang meniru-niru pekerjaan laki-laki, atau mungkin bisa lebih, yang jauh dari nilai agama.

Dr. Anwar Jundi menambahkan bahwa islam tidak menghendaki seorang wanita keluar dari rumahnya hanya sekedar untuk beraktifitas yang tidak sesuai dengan kudratnya , baik itu dengan dalih kemaslahatan masyarakat maupun hanya sekedar untuk keperluan pribadinya. Wanita diperbolehkan keluar bekerja ketika tidak ada yang menanggung keperluan untuk diri dan keluarganya sehari-hari dengan ketentuan bahwa pekerjaan itu sesuai dengan kodrat kewanitaanya.

Sebagai alasan atas hal ini, maka syaikh Ibnu Sulaiman mengatakan dan sangat emosional, dan mudah terpengaruh oleh angan-angan dan bujukan, mudah tunduk oleh cobaan budaya modern , dan hiasan kehidupan dunia yang menipu. Wanita mudah sekali berpaling dari kebenaran, terpengaruh oleh lingkungan, terbawa arus hawa nafsu tanpa pengendalian agama, dan dhamir (tanpa pertimbangan akal atau melihat akibatnya). Tidak semua pekerjaan sesuai dengan wanita, dan tidak semua pekerjaan pula sesuai dengan laki-laki. Masing-masing memiliki pekerjaan yang sesuai dengan kudratnya (fitrahnya masing-masing).

Anjuran menjahit pada hadits di atas hanya sekedar contoh dari beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kudrat wanita. Dengan menjahit banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, antara lain menjahit dapat dilakukan di dalam rumah, sehingga akan terhindar dari hal yang tidak disenangi agama, juga dengan menjahit wanita juga bisa melakukannnya dengan banyak berdzikir atau membaca hafalan Al Qur’an.

Mengeluarkan wanita dari rumah dan menyibukkannya, memang adalah suatu program yang sengaja disusun oleh musuh islam, sebagaimana yang dikemukakan oleh syaikh Muhammad bin Abdullah dalam bukunya menulis, “orang-orang barat menggunakan kondisi wanita muslim sebagai senjata untuk melukai islam, lalu mencelanya sebagai agama yang tidak efektif bagi kehidupan dan tidak memberikan keadilan yang layak bagi wanita. Mereka sibuk menggugah wanita muslimah untuk memberontak Islam. Mereka menuduh, bahwa islam merendahkan martabat wanita, melecehkan sebagai propagandanya, mereka menggunakan sarana-sarana informasi media masa. Mereka melepaskan semboyan kebebasan dan emansipasi wanita. Padahal sebenarnya hendak menipu kaum wanita. Agar menuntut hak-haknya, menyeru agar memberikan kebebasan, meninggalkan hal-hal yang berbau kuno dan mengekor hal-hal modern, walhasil munculah emansipasi wanita.
Dalam ‘Huququl Mar’ah’ disebutkan bahwa sebenarnya lebih banyak mudharat yang akan terjadi apabila wanita bekerja di luar rumah dibandingkan dengan manfaatnya, antara lain ialah  :
  • Sering terjadi kemungkaran, seperti : bercampur dengan lelaki, berkenalan, mengobrol, bertemu muka dengan yang diharamkan, memakai minyak wangi, memperlihatkan aurot kepada selain mahramnya sehingga menyeret kepada perzinahan.
  • Tidak bisa melaksanakan kewajiban kepada suami dengan baikMeremehkan urusan rumah tangga yang seharusnya menjadi bidang wanita
  • Mengurangi hak-hak anak dalam banyak hal  :   dalam kasih sayang, perhatian, pendidikan dan lain sebagainya.
  • Membuat cepat lelah dan penat fisik sehingga mempengaruhi jiwa serta syaraf yang tidak sesuai dengan tabi’at wanita
  • Mengurangi makna hakiki mengenai kepemimpinan suami dalam rumah tangga di hati wanita.

Di samping itu jika hasrat telah tertuju kepada pekerjaan, maka pikiran dan perasaannya menjadi sibuk, lupa dan bertambah jauh dari tugas-tugas yang alami, yaitu keharusan membina kehidupan suami-istri, mendidik anak, dan mengatur segala urusan rumah tangga. Padahal tabi’at dan kepribadian wanita memiliki kekhususan tersendiri. Nabi Shollahu ‘alaihi wassalam bersabda, “wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (Bukhari)

Memang ini adalah suatu rencana dari mereka, seperti dikatakan oleh ustadz Al-Hamid, agar bangsa yang dijajah tersebut menyadari kewajiban, sehingga keluar dari cara hidup islam sedikit demi sedikit.

Dr. Abdullah Nasih Ulwan menambahkan bahwa wanita bekerja diluar rumah tidak lain adalah termasuk misi-misi dari non islam yang hendak menghancurkan kaum muslimin dan muslimat dengan memberikan contoh-contoh kebebasan, persamaan dan lain sebagainya. Mengikuti perilaku-perilaku non muslim adalah larangan keras bagi kaum muslimin dan msulimat. Rosululloh Sholllohu ‘alahi wassalam bersabda, “ Bukan dari golongan kami orang yang menyerupai selain kami. Jangan kalian menyerupai Yahudi dan Nasrani.” (Tirmidzi)
Beliau juga bersabda. “barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Ahmad, Abu Dawud)

Oleh sebab itu kapada para wanita islam yang belum puas dengan islam, dan terus menuntut kebebasan dan persamaan hak atas nama hak emansipasi. Katakanlah  :   “Tuntutlah terus wahai wanita, agar kamu berkumis dan berjanggut.” Ustadzah Aminah As-Sa’id mengatakan, “tanamkanlah perasaan bahwa wanita itu tetap wanita dan jangan lupakan kerajaan kecilnya, yaitu rumah. Karena disitulah letak fitrah bagi dirinya.” Dibolehkan  bagi kaum wanita bekerja tetapi dengan syarat yang harus dipenuhi  :
  • Ada izin dari wali, baik dari suami atau orang tua
  • Pekerjaan halal, bukan haram, ataupun syuabhat
  • Tidak ada ikhtilat atau percampuran bebas antara laki-laki dan wanita 
  • Tidak tabaruj dan  tidak boleh menampakkan perhiasan
  • Tidak memaklai pakaian yang ketat atau melanggar aturan berpakaian bagi wanita dalam islam
  • Ada hijab antara laki-laki dan wanita
  • Jenis pekerjaan tidak melanggar kewajiban-kewajiban yang lain, seperti kewajiban terhadap suami, anak-anak dan urusan rumah tangganya.

Ali Rodiallohu ‘anhu pernah bertanya kapada Fatimah Radiallohu ‘anha putri Nabi Shollahu ‘alaihi wasslam, “Wahai Fatimah, apakah yang baik bagi seorang wanita ?” Fatimah Radiallohu ‘anhua menjawab, “Hendaknya ia tidak melihat lelaki (ajnabi/yang bukan mahram) dan lelaki (ajnabi) tidak melihatnya.”

Ada yang mengatakan bahwa wanita yang bekerja bisa mengenyahkan rasa bosan yang berkepanjangan karena dia harus terus-menerus terkurung di dalam tembok rumah.

Dikatakan kepada mereka bahwa tugas wanita adalah di rumah suaminya, menjaga hartanya, mengatur urusannya, menyadari kedudukannya sebagai istri dan ibu rumah tangga, dan tugasnya menjadikan rumahnya sebagai surga, itu sudah cukup untuk membunuh kekosongan hatinya.

Sumber  :  Fadhilah Wanita Sholehah (Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny) - "Emansipasi Wanita dalam Hal Bekerja di dalam Islam"

Kamis, 09 Agustus 2012

APAKAH PANTAS KITA MEMINTA KEPADA SELAIN ALLAH SWT


Sahabat yang se-iman, Alhamdulillah....salam saya limpahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya. Pada kesempatan kali ini pendidikan islam akan membahas mengenai apakah pantas kita memintakepada selain Allah SWT ? seperti judul tersebut, di jaman dahulu sampai jaman sekarang masih banyak orang yang menyekutukan Tuhannya. Karena mereka kurang sabar dalam menerima coba’an yang diberikan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Jin ayat 1-3 yang artinya  :

"Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak."

Dari ayat tersebut di atas dapat saya simpulkan bahwa ketika jin mendengar ayat Allah SWT (Al-Qur’an), mereka sadar akan kebenaran yang di wahyukan Tuhan kepada Rosulnya Muhammad. Mereka mendengar patuh/taat. Akan tetapi ada dilakangan jin yang sesat seperti manusia yang tidak mendapat petunjuk dan ada pula manusia yang meminta pertolongan kepada jin. Padahal jin sendiri tidak mampu dan kuasa lepas dari Allah SWT.

Difirmankan dalam surat Al-Jin ayat 6 – 12 yang artinya  :

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun, dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari."

Dikatakan dalam ayat di atas ada kebiasaan manusia yang meminta pertolongan kepada para jin pada ayat 6, di jelaskan pada tafsir Al-Qur’an bahwa ada kebiasaan orang-orang mekkah ketika melewati tempat sunyi mereka meminta tolong atau perlindungan kepada jin penjaga tempat itu. Padahal dikatakan pada ayat 12 bahwa jin tidak bisa melepaskan diri dari Allah SWT, karena Allah SWT adalah penguasa segalanya, di tanganNya segala kejadian di langit dan di bumi ini terjadi. Tidak ada yang terjadi tanpa seijin Allah SWT.

Dikatakan juga dalam ayat ke 11 surat Al-Jin, bahwa diantara jin ada yang shaleh ada juga yang kafir. Mereka menempuh jalan yang berbeda-beda seperti manusia. Ada yang diberi petunjuk oleh Allah SWT dan ada pula yang dibutakan oleh Allah SWT. Ketika dia mendapat firman Allah dia selalu memalingkan diri dan tidak percaya. Balasan Allah sangat cepat dan tidak dapat ditunda barang seditikpun.

Mudah-mudan kita semua termasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, amiin amiin amiin ya Robbal alamin. Sekarang apakahpantas kita meminta kepada selain Allah SWT ? jawabannya adalah tidak. Mudah-mudahan Allah melimpahkan RahmatNya dan Hidayahnya kepada kita, amiin....

Rabu, 08 Agustus 2012

Sudahkah Kita Menerapkan Rukun Islam ?


Sahabat yang se-iman, Alhamdulillah pada kesempatan kali pendidikan islam masih bisa memberikan artikel yang bermanfaat bagi sahabat. Saya akan membahas mengenai Sudahkah kita menerapkanRukun Islam ? Rukun merupakan suatu aturan yang harus dilakukan ketika mau menjadi seorang yang taat. Kenapa harus ada   rukun ? ibarat negara rukun itu adalah hukum, adat, tata cara, step by step atau masih banyak lagi istilah kalau ingin dikembangkan, kalau tidak ada hukum atau rukun. Semua akan bisa menjadi kacau. Rukun ada karena islam adalah agama penyelamat yang menghendaki umatnya berada di dalam syariat yang benar sesuai dengan yang dituntunkan Allah SWT melalui Rosulnya.

Adapun rukun islam adalah sebagai berikut  :
  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, yang artinya “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah dan mengakui bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Dalam hal ini seorang yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat secara tidak langsung dia sudah masuk islam dan harus menerapkan aturan-aturan yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadist (sunatullah).
  2. Adapun rukun yang kedua adalah mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam. Shalat lima waktu ini meliputi Isyak (4 raka’at), Shubuh (2 raka’at), Dhuhur (4 raka’at), Ashar (4 raka’at), Maghrib (3 raka’at). Sudahkan kita menjalankan rukun islam yang kedua sebelum melanjalankan rukun islam yang ketiga ? ibarat sekolah kita berada pada tingkat 2 ? masak iya tingkat kedua tidak dilaksanakan secara utuh sudah naik kepada ketingkat selanjutnya ? mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang ahli shalat, amin amin amin ya rabbal alamin.
  3. Yang ketida adalah mengeluarkan zakat, zakat wajib kita keluarkan pada waktu yang tepat. Kalau waktunya tidak tepat itu namanya infaq atau shadaqah. Zakat mengandung arti mensucikan, dan zakat diwajibkan selama bulan puasa Ramadhan sampai sebelum terdengar takbir untuk shalat i’d fitri.
  4. Berpuasa dalam bulan Ramadhan, ini untuk menyambung yang ketiga itu tadi. Yakni zakat, setelah melakukan puasa kita juga diwajibkan untuk berzakat. Supaya kesejahteraan bisa terjalin antara si miskin dan si kaya. Apa saja hikmah dari puasa Ramadhan dan keutamaannya ? Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi kita umat islam karena bulan puasa diperingati juga sebagai hari turunnya Al-Qur’an yang penuh hikmah dan petunjuk ke jalan yang benar. Bulan puasa hanya ada pada umat islam, bulan penuh berkah, ampunan, dan lipatan pahala dari sisiNya. Subhanallah.....manfaat dari puasa sendiri adalah selain menahan lapar dan haus juga menahan kita dari jalan syaitan yang sesat, yang merupakan musuh yang nyata bagi kita umat islam. Puasa bisa dibilang tempaan kita sebagai umat islam untuk menjadi lebih baik di bulan depannya atau di hari berikutnya, dan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
  5. Yang kelima adalah ibadah haji, untuk rukun yang kelima ini memang susah untuk orang yang kurang mampu secara ekonomi. Tetapi apabila kita mempunyai niatan untuk haji, kita pasti bisa untuk melakukannya. Tidak ada yang tidak mungkin, Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Asalkan mau berusaha pasti ada jalan, jalan Allah meliputi mana saja, dari rezeki yang tidak kita sangka-sangka. Kuatkan iman kita, keyakinan kita, dzikir kita bermohonlah kepadaNya di pagi dan malam hari, shalatlah sepertiga malam, dan masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bisa memohon kepada Allah SWT supaya Dia menurunkan malaikat penolongnya yang mengantar kita ke tanah suci untuk beribadah haji.

Sekian bahasan pendidikan islam kali ini mengenai sudahkan kita menerapkan Rukun Islam ?, mudah-mudahan kita dijadikan oleh Allah SWT orang yang ahli shalat, sedekah, puasa, dan menegakkan islam, dan yang paling penting mudah-mudahan Allah menjadikan kita orang yang Ahli Menghafal Al-Qur’an dan kelak kita dikumpulkan bersama orang-orang yang shaleh, amin amin amin ya Rabbal alamin.